Analisis Jaringan Pelayanan Angkutan Umum Di Kabupaten Tangerang

  • Anindia Nurkamila Hayati Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Tedy Murtejo Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Dini Aryanti Universitas Ibn Khaldun Bogor
Keywords: Tangerang Regency, Terminal, Public Transportation.

Abstract

ABSTRAK

Kabupaten Tanggerang memiliki terminal tipe B yaitu Terminal Balaraja yang berfungsi untuk melayani kendaraan penumpang seperti Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Angkutan Antar Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Kota (AK). Tujuan penelitian ini menganalisis load factor, waktu perjalanan, waktu antara (headway), waktu tunggu. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif hal ini mendeskripsikan fenomena yang terjadi dilapangan, untuk mengetahui pelayanan angkutan umum. Hasil analisis nilai rata-rata load factor pada jam 14.00 – 15.50 2,67%  load factor pada jam 18.00 – 19.40 2,28%, nilai kecepatan sebesar 21,52 Km/Jam, nilai Headway puncak sebesar 30,00 menit, waktu tunggu rata-rata adalah 30 menit. Kecepatan perjalanan antar kota/kabupaten tidak mencapai target kecepatan 40 km/jam, begitu juga dengan kecepatan antar wilayah di kabupaten/kota. Kabupaten Tangerang memiliki kecepatan paling rendah yaitu 21,52 km/jam sehingga perlu peningkatan kapasitas jaringan jalan dari dan menuju Kabupaten Tangerang. Berdasarkan standar kinerja angkutan umum, trayek jurusan balaraja – kp. Rambutan diperoleh total bobot menurut direktorat jendral perhubungan darat yaitu sebesar 10, sehingga kinerja operasional pelayanan angkutan umum ini termasuk kriteria sedang. Kabupaten Tangerang termasuk kedalam kawasan TOD (Transit Oriented Development) yaitu wilayah Balaraja, Tigaraksa, Cisauk, Cikupa dan cikoya. Terhadap jarak dan simpul transportasi terdapat pada TOD (Transit Oriented Development) Balaraja dan TOD (Transit Oriented Development) Tigaraksa.

Kata Kunci : Kabupaten Tangerang, Terminal, Angkutan Umum.

ABSTRACT

Provincial Transportation (AKAP), Inter-Provincial Transportation (AKDP), City Transportation (AK). The purpose of this study is to analyze the load factor, travel time, time between (headway), waiting time. This research method uses a descriptive method, it describes the phenomena that occur in the field, to find out public transportation services. The results of the analysis of the average load factor at 14.00 – 15.50 2.67% load factor at 18.00 – 19.40 2.28%, the speed value of 21.52 Km/hour, the peak Headway value of 30.00 minutes, waiting time the average is 30 minutes. The speed of travel between cities/districts did not reach the target speed of 40 km/hour, as well as the speed between regions in districts/cities. Tangerang Regency has the lowest speed of 21.52 km/hour so it is necessary to increase the capacity of the road network to and from Tangerang Regency. Based on the performance standards of public transportation, the route majoring in Balaraja – KP. Rambutan obtained a total weight according to the directorate general of land transportation that is equal to 10 so that the operational performance of this public transportation service includes a moderate criterion. Tangerang Regency is included in the TOD (Transit Oriented Development) area, namely the Balaraja, Tigaraksa, Cisauk, Cikupa and Cikoya areas. Regarding the distance and transportation nodes, there are TOD (Transit Oriented Development) Balaraja and TOD (Transit Oriented Development) Tigaraksa.

Keywords: Tangerang Regency, Terminal, Public Transportation.

References

Direktorat Jendral Perhubungan Darat, 2001. Panduan Pengumpulan Data Angkutan Umum Perkotaan. Jakarta: Departemen Perhubungan Darat

Direktorat Jendral Perhubungan Darat No. 687 Tahun 2002 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum Di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap Dan Teratur. Jakarta: Departemen Perhubungan Darat

Haryadi. (2017) Kajian Kinerja Pelayanan Angkutan Umum Bus Antar Kota Antar Provinsi Trayek Ota Medan – Kota Subulusallam.

Johan Paul Engelberthus Anggoman. (2007) Studi Tingkat Pelayanan Angkutan Umum Damri Di Kota Manado.

Lilyanis Nurlita Fitria Murti. (2017) Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Penumpang Trayek LYN D Jurusan Terminal Rajekwesi – Dander Kabupaten Bojonegara.

Muhammad Syaiful Buamona. (2017) Analisis Pelayanan Transportasi Angkutan Kota Di Kota Ternate.

Mentri Perhubungan No. KM 35 Tahun 2003, Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dijalan Dengan Kendaraan Umum.

Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1993, Tentang Angkutan Jalan.

Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2014, Tentang Angkutan Jalan.

Peraturan Menteri Perhubungan No. 98 Tahun 2013, Tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan (SPM).

Peraturan Menteri Perhubungan Republic Indonesia No. PM 52 Tahun 2019, Tentang Pelayanan Angkutan Penumpang Umum Pada Kawasan Strategis Nasional.

Undang-Undang No.22 Tahun 2009, Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.

Undang-undang No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Undang-undang tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Published
2021-11-27